Sabtu, 22 Juni 2013

Lembaga Lembaga Sosial Kemasyarakatan



MAKALAH
LEMBAGA-LEMBAGA SOSIAL KEMASYARAKATAN

Oleh :
Hariyanto Ardi
NIM : 2312.072
Alfin Saputra
NIM : 2312.095
Jurusan/ Prodi : Tarbiyah / PBI (1C)
DOSEN PEMBIMBING
Muhiddinur Kamal, M.Pd.

SEKOLAH TINGGI  AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SJECH DJAMIL DJAMBEK
BUKITTINGGI
2012/2013
KATA  PENGANTAR
Kami panjatkan puji dan syukur kehadirat ALLAH S.W.T atas segala berkat dan hidaayah-Nya, sehingga penyusunan makalah ISBD ( Ilmu Sosial Budaya Dasar ) yang di peruntukkan bagi mahasiswa jurusan tarbiyah Prodi bahasa inggris tahun pertama, Semester pertama.
Makalah ini di titik beratkan kepada pembahasan permasalahan tentang lembaga sosial kemasyarakatan. Aspek ini disusun berdasarkan unsur-unsur kelembagaan sosial dalam kehidupan bermasyarakat memberikan pengetahuan dan kemapanan terhadap mahasiswa agar  dapat memahami dan menerapkan strukturalisasi dan sistematis lembga sosial kemasyarakatan.
Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa, mengefektifkan  proses belajar mengajar dan bagi para pembimbing dapet mempelancar proses pengajaran,serta bagi para pemakai lainnya dapat membantu pemecahan masalah tentang lembaga sosial kemasyarakan.
Tidak lupa penulis menyucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang tidak bias penulis sebutkan satu per satu ats dukungan moril dan material yang telah di berikan, sehingga selesainya penyusunan makalah ini.



Bukittinggi,  Oktober 2012

Penulis
BAB I
 PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
      Setiap masyarakat mendambakan keadaanan yang tenang, aman, teratur, Namun kondisi normatif tersebut tidak terujud secara utuh, banyak penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat yang berawal dari ketidaksesuaian harapan dan kenyataan. Pada zaman sekarang banyak kita jumpai di masyarakat ketidak mapanan lembaga atau pranata.

B.     Rumusan masalah
1. Apa yang di maksud dengan lembaga sosial  ?
2. Apa sajakah ciri-ciri, fungsi dan klasifikasi lembaga sosial ?
3. Apa saja jenis, peran dan fungsi lembaga sosial ?

C.     Tujuan
1. Menjelaskan pengertian lembag sosial.
2. Mendeskripsikan ciri-ciri fungsi dan klasifikasi lembaga sosial.
3. Menidentifikasi jenis,peran dan fungs lembaga sosial.



BAB II
PEMBAHASAN
A.   Hakikat Lembaga Sosial
1.      Pengertian Lembaga Sosial
Lembaga sosial dalam bahasa Inggris disebut cocial institution dan dalam bahasa jerman adalah soziale gebilde, yaitu seperangkat aturan yang berisikan nilai-nilai dan norma-norma sosial untuk mengatur kegiatan kegiatan manusia dan kebutuhan sosial tertentu.
                        Beberapa pendapat para ahli tentang lembaga social :
1.      Paul B Horton dan Chester L. Hunt
Lembaga sosial merupakan sistem norma untuk mencapai satu tujuan kegiatan yang oleh masyarakat di pandang penting,atau kebiasaan dan tata kelakuan yang berkisar, sosial merupakan sistem pola sosial yang yang tersusun rapi yang secara berkala relative permanen, serta mengandung perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu pada kegiatan pokok manusia.

2.      Bruce J Cohen
Lembaga demi pemuasan pemenuhan kebutuhan pokok manusia.

3.      Koentjaraningrat
Lembaga sosial merupakan sistem norma yang khusus yang menata serangkaian tindakan yang berpola untuk keperluan khusus manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

4.      Leopold Von Wiese dan Howard Becker
Lembaga sosial adalah suatu jaringan dari suatu proses-proses hubungan antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi untuk memilihara hubungan-hubungan tersebut polanya sesuai dengan kepentingan manusia dan kelompoknya.

5.      Selo Soemardjan
Lembaga sosial adalah kumpulan berbagai cara berperilaku yang di akui oleh anggota masyarakat sebagai sarana untuk mengatur hubungan-hubungan sosial manusia.

6.      Soerjono Soekanto
Lembaga sosial merupakan himpunan dari norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan bermasyarakat.
Berdasarkan pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa lembaga sosial meliputi :
1.      Kumpulan dari aturan-aturan sosial dalam suatu masyarakat.
2.      Lembaga sosial berisi nilai dan norma sosial.
3.      Di buat untuk mengatur berbagai manusia dalam usaha memenuhi kebutuhan sosial manusia dalam hidup bermasyarakat.

2.      Proses Pembetukan Lembaga Sosial
Terbentuknya lembaga sosial berawal dari proses tumbuhnya norma sosial dimana norma tunbuh dari sejumlah nilai yang menjadi cita-cita masyarakat, dan nilai-nilai terinternalisasi dalam perilaku masyarakat dan membentuk norma. Proses ini tidak sekali terjadi melainkan dalam proses dan waktu yang panjang. Kemudian norma-norma tersebut membentuk sistem yang kemudian yang kita sebut dengan lembaga sosial.

                        Dalam rangka pembentukan norma menjadi lembaga sosial, norma mengalami beberapa proses sebagai berikut :
1.      Proses Pelembagaan (Institutinalization) yakni suatu proses yang di lewati suatu norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu lembaga sosial sehingga norma tersebut dikenal, dipahami, dihargai dan ditaai oleh warga masyarakat dalam kegiatan sehari-hari.
2.      Proses Penanaman / Proses Internalisasi (Internalized) yaitu proses norma-norma kemasyarakatan yang telah menjadi lembaga meresap dan mendarah daging dalam hati dan jiwa anggota masyarakat. Atau proses penghayatan kebiasaan dalam kehidupan bersama sehingga menjadi milik diri setiap anggota masyarakat.


Secara garis besar timbulnya lembaga sosial dalam masyarakat dapat di klasifikasikan dalam dua cara yakni :
1.      Secara tidak terencana artinya lembaga itu lahir secara bertahap dalam praktek kehidupan masyarakat, ketika manusia di hadapkan pada suatu masalah yang berhubungan dengan pemenuhan kehidupan.
2.      Secara terencana artinya lembaga sosial muncul perencanaan yang matang dari seorang / kelompok yang memiliki kekuasaan dan wewenang.

3.      Ciri-Ciri Lembaga Sosial:
1.      Merupakandari pola-pola perilaku manusia yang terwujud melalui kegiatan dan kegiatan masyarakat dan hasilnya.
2.      Usia lembaga sosial lebih panjang daripada usia orang berperang yang membentuknya.
3.      Setiap lembaga memiliki nilai-nilai atau ideologi tersendiri.
4.      Lembaga sosial memiliki suatu atau beberapa tujuan.
5.      Lembaga memiliki tingkat kekebalan/daya tahan sehinggga tidak akan lenyap begitu saja.
6.      Lembaga sosial memiliki alat perlengkapan untuk mencapai tujuan.
7.      Lembaga sosial memiliki lambang atau simbol.
8.      Lembaga memiliki tradisi tertulis maupun tidak tertulis dalam merumuskan tujuan dan prangkat lembaga lainnya.

4.      Fungsi Lembaga Sosial secara umum
Secara umum lembaga sosial memiliki fungsi sebagai berikut :
1.      Sebagai pedoman bagi anggota masyarakat untuk bertingkah laku dan bersikap dalam usaha memenuhi kebutuhan.
2.      Menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman dan perpecahan.
3.      Sebagai pegangan bagi masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial.
4.      Merupakan wadah memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
 Di samping itu fungsi lembaga sosial dapat di bedakan menjadi dua yaitu:
1.      Fungsi manifes yaitu fungsi yang di miliki masing-masing lembaga yang di sadari dan menjadi harapan masyarakat.
2.      Fungsi laten yaitu fungsi dari masing-masing lembaga yang tidak di sadari dan bukan dan bukan menjadi tujuan utama masyarakat atau dengan kata lain fungsi lembaga yang tidak di harapkan masyarakat.

5.      Klasifikasi Lembaga Sosial
 Menurut JW Gillin dan JP Gillin, lembaga sosial dapat di klasifikasikan sebagai berikut:
                        1. Berdasarkan perkembangannya.
a. Cresive Institution yaitu lembaga sosial yang tidak sengaja         tumbuh dari adat istiadat masyarakat.
Contoh: Lembaga perkawinan, hak milik, dll.
b. Enacted Institution yaitu lembaga sosial yang sengaja di bentuk untuk mencapai tujuan tertentu.
Contoh: Lembaga pendidikan, Lembaga utang piutang.
2. Berdasarkan sistim  nilai yang diterima.
a. Basic Institution yaitu lembaga yang penting untuk memilihara dan mempertahankan   tata tertip dalam masyarakat, seperti keluarga sekolah dan negara.
b. Subdiary Institution yaitu Lembaga yang di anggap kurang  penting, seperti: reaksi
                                    3. Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat.
a. Approved/Sanctioned Institution yaitu lembaga yang di terima oleh masyarakat seperti:    lembaga sekolah dan perusahaan dagang.
b. Unsanctioned Intitution yaitu Lembaga yang ditolak masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu, seperti: sindikat kejahatan, pelacuran dan perjudian.
                        4. Berdasarkan sudut penyebaran
a. General institution yaitu Lembaga yang dikenal oleh sebagian besar dari masyarakat dunia, seperti : lembaga agama.
b. Restructed Institution yaitu lembaga yang hanya di kenal masyarakat tertentu seperti: agamaIislam, Kristen, Hindu, dll.
                        5. Berdasarkan sudut fungsinya.
a. Operative Institution yaitu lembaga yang berfungsi menghitung pola-pola atau cara-cara yang di perlukan untuk mencapai tujuan.
b. Regulative Institution yaitu lembaga yang bertujuan mengawasi adat istiadat dalam masyarakat seperti: lembaga hokum.





B.   Jenis, Peran dan Fungsi Lembaga sosial
1.     Lembaga Keluarga
a.       Pengertian Keluarga
Keluarga merupakan suatu unit sosial yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Keluarga memiliki fungsi majemuk bagi terciptanya kehidupan sosial dalam keluarga diatur hubungan antar anggota sehingga masing-masing anggota memiliki peran dan fungsi yang jelas. [1]Banyak hal-hal mengenai kepribadian yang dirunut  keluarga, yang pada saat sekarang ini sering dilupakan orang.
Dalam masyarakat keluarga di kenal tiga macam bentuk yakni ;
1.      Keluarga inti/somah/batih atau kecil, yaitu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak yang belum menikah.
2.      Keluarga besar yaitu suatu unit yang orang-orangnya di satukan berdasarkan hubungan perkawinan. Pertalian darah dan adopsi, hidup dalam satu rumah tangga dan memiliki peran masing-masing.
3.      Keluarga poligamus yaitu keluarga yang terdiri dari beberapa keluarga inti dan dipimpin oleh satu kepala keluarga.
b.      Proses Pembetukan Keluarga
Pada umumnya keluarga terbentuk dari perkawinan yang sah menurut agama, adat dan hukum  negara dengan proses-proses tertentu. Setiap kelompok /daerah pola perkawinan berbeda beda, namun pada dasarnya keluarga dibentuk melalui perkawinan merupkan perwujudan dari hubungan cinta asmara antara dua jenis manusia yang berjanji dengan tanggung jawab masing-masing secara umum.
a.     Tujuan perkawinan antara lain :
1)     Mendapat keturunan. 
2)      Meningkatkan derjat/status sosial seseorang.
3)      Mendekatkan kembali hubungan kekerabatan yang
                        sudah renggang. 
4)      Agar harta warisan tidak jatuh ke tangan orang lain.
b. Bentuk-bentuk perkawinan :
1)        Monogami  yaitu perkawinan antara satu laki-laki dengan satu orang perempuan.
2)         Poligami (perkawinan banyak)
a)      Poloigini yaitu perkawinan antara satu laki-laki dengan beberapa wanita.
b)      Poliandri  yaitu perkawinan antara satu wanita dengan beberapa laki-laki.
3)        Endogami  yaitu perkawinan di lingkungan sendiri seperti satu klen atau jenis.
4)        Eksogami  yaitu perkawinan dengan orang dari luar lingkungan seperti berbeda klen.
5)        Conobium simetris yaitu perkawinan antar anggota dari dua klan yang masing-masing klan memiliki kedudukan yang sama sebagai pemberi dan penerima gadis (perkawinan saling bertukat jodoh)
6)     Conobium Asimetris yaitu perkawinan antar anggota dari   beberapa klan yang masing-masing klan memiliki kedudukan sebagai pemberi dan penerima gadis
7)     Cross Coussin yaitu antara anak dari dua orang bersaudara yang berlainan jenis
8)    Paralel cousin yaitu perkawinan antara anak dari dua orang bersaudara yang sejenis
9)    Incer adalah perkawinan terlarang atau perkawinan antara dua orang yang mempunyai hubungan sedarah
                 c. Pola menetap setelah perkawinan
1) Patrilokal yaitu pasangan suami istri tinggal di kediaman    pihak laki-laki.
2)              Matrilokal  yaitu pasangan suami istri tinggal di kediaman pihak perempuan.
3)  Bilokal yaitu suami istri menetap di rumah antara kerabat laki-laki dan kerabat perempuan.
4)  Neolokal yaitu suami istri menetap di tempat   baru.
5)  Avunkolokal yaitu suami istri tinggal di rumah  saudara laki-laki dari ibu pihak suami.
C. Fungsi  Lembaga Keluarga
Secara rinci terdapat beberapa fungsi keluarga yakni:
a.   Fungsi  afeksi  yaitu memberikan kasih  sayang  dan perhatian  terhadap keluarga .
b. Fungsi  sosialisasi  yaitu tempat   pembentukan  kepribadian  anak/anggota keluarga.
c.   [2]Fungsi ekonomi  yaitu tempat memenuhi segala kebutuhan keluarga.
d.  Fungsi pengawasan/kontrol  sosial  yaitu melakukan nilai nilai norma terhadap keluarga.
e.   Fungsi proteksi  yaitu memberikan perlindungan dan rasa tentram terhadap keluarga.
2. Lembaga  Ekonomi
Lembaga ekonomi merupakan lembaga sosial yang menanagani masalah kesejaterahaan material yaitu  mengatur cara-cara berproduksi, distribusi, konsumsi barang dan jasa yang diperlukan.
a.       Tiga kegiatan pokok ekonomi
1)      Produksi yaitu mengatur menghasilkan barang yang di perlukan masyarakat.
 Beberapa kegiatan produksi yakni:
a)      Berburu dan meramu makanan
b)      Bercocok tanam di ladang.
c).   Berternak
d).   Industri
2)      Kegiatan distribusi yaitu menyalurkan barang dari produsen ke    konsumen. Kegiatan distribusi ada lima yaitu ;
a)      Resiporsitas umum yaitu penukaran barang dengan penentuan nilai barang yang terlihat pada waktu penyerahan
b)      Resiporsitas Berimbang yaitu tukar menukar barang dengan menentukan secara pasti harga barang yang di tukar

c)      Mekanisme pemerataan yaitu kewajiban sosial yang memaksakan orang untuk mendristribusikan barangnya

d)     Redistribusi yaitu bentuk penukaan barang yang masuk ke suatu tempat yang akan didstribusikan kembali

e)      Pertukaran pasar yaitu penukaran barang dengan menentukan harga melalui penawaran dan permintaan.
3)      Kegiatan konsumsi  kegiatan masyarakat dalam memakai dan memanfaatkan barang dan jasa   dalam memenuhi kebutuhan.
1.  Tipe-tipe Sistem Ekonomi
a.   Ekonomi Komando yaitu sistem perekonomian dimana pemerintah sangat dominan mengatur kegiatan ekonomi negara, alat-alat produksi  negara dan rakyat hanya menjalankan kebijakan
b . Sistem Ekonmi Pasar yaitu dalam kegiatan ekonom pemerintah hanya mengawasi jalan dan kegiatan perekonomian sepenuhnya dilakukan oleh swasta/masyarakat
c . Sistem Ekonomi Campuran yaitu dalam kegiatan ekonomi terdapat campur tangan pemerintah namun pemilik modal memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha
d. Sistem perekonomian Pancasila yakni dalam menentukan kebijakan ekonomi terdapat campur tangan pemerintah. [3]Kebijakan ekonomi di Indonesia bertumpu pada UUD 1945 pasal 33 yang mengandung pengertian demokrasi ekonomi

2.                   Tujuan dan Fungsi Lembaga Ekonomi
            Secara umum tujuan lembaga ekonomi adalah tercapainya dan terpenuhinya kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup masyarakat dan fungsi lembaga ekonomi adalah:
a.         Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan.
                        b.         Memberi pedoman untuk melakukan pertukaran barang
                        c.         Memberi pedoman tentang harga jual beli  barang.
                        d.         Memberikan peodman untuk tenaga kerja.
                        e.         Memberikan pedoman tentang cara pengupahan.

3. Lembaga Politik
 Lembaga politik adalah lembaga yan mengkhususkan diri pada pelaksanaa kekuasaan dan wewenang. Kegiatan lembaga kegiatan politik berkaitan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan bentuk pemerintahan Negara dan kekuasaan.
a.       Negara kesatuan yaitu Negara yang hanya memiliki satu pemerintahan, satu parlemen, satu lembaga peradilan, dan satu institusi.
b.      Negara federasi/serikat yaitu Negara yang terdiri dari bagian Negara-negara bagian dan setiap Negara bagian memiliki pemerintahan dan undang-undang sendiri.

1.Fungsi lembaga politik
a). Memilihara ketertiban di dalam yang artinya memilihara kegiatan dalam masyarakat dengan wewenag yang dimiliki secara persuasif dan paksaan lembaga politik bertindak sebagai  pemaksa hukum, menyelesaikan konflik dll.
b). Menjaga keamanan di luar artinya mempertahankan Negara dari ancaman atau serangan dari Negara lain.
c).Mengusahakan kesejaterahaan umum  artinya melaksanaan pelayan sosial serta mengusahakan  kebutuhan pokok.
d).Mengatur proses politik artinya mengatur persaingan untuk memperoleh kekuasaan.

4. Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan adalah lembaga  yang mengkhususkan diri untuk menangani masalah sosialisasi yang mengantarkan seseorang pada kebudayaannya. Lembaga pendidikan terdiri dari tiga jenis yakni :

a.       Lembaga pendidikan informal:
                                  Yaitu pendidikan yang berlansung dalam keluarga dan berlansung seumur  hidup. Seseorang secara sengaja atau tidak, di rencanakan atau tidak.
 Ciri-ciri pendidikan informal
                  1).Berlansung  tanpa terikat pada waktu dan tempat.
                  2). Berlansung antara anggota keluarga.
                  3). Tidak memerlukan persyartan umur.
                  4).Tidak menggunak metode tertentu.
b.  Lembaga pendidikan formal:
                         Yaitu lingkungan pendidikan yang berlansung secara sistematis, berstuktur, bertingkat dan berjenjang yang di mulai dari dasar sampai perguruan tinggi.
Ciri-ciri pendidikan formal
            1). Kegiatan belajar berada di kelas.
            2). Ada persyaratan usia.
            3). Ada perbedaan tugas antara guru dan murid.
            4). Kegiatan dengan jadwal tertentu .
            5). Materi di susun dalam kurikulum.


c.  Lembaga pendidikan non formal:
Yaitu kegiatan edidikan yang terorganisasi dan sistematis di luar sisyem persekolahan, yang memberikan pendidikan keterampilan praktis.
Ciri-ciri pendidikan non formal:
1). Kegiatan disesuaikan dengan tuntutan disesusaikan dengan kebutuhan.
            2). Materi pelajaran bersifat praktis.
            3). Waktu belajar singkat.

1. Fungsi lembaga pendidikan menurut Horton dan Hunt
a. Fungsi Manifest
1)       Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
2). Mengembangkan bakat seorang demi kepuasan pribadi  dan    kepentingan masyarakat.
                        3). Melestarikan budaya.
4). Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.


   b. Fungsi laten
            1). Mengulangi pengendalian orang tua.
            2). Menyediakan sarana untuk pembankangan.
            3). Mempertahankan sistem kelas sosial.
            4). Memperpanjang masa remaja.
2. Fungsi lembaga pendidikan  menurut Daavid Poponoe
a. Transmisi kebudayaan masyarakat yaitu sebagai sarana pemindahan kebudayaan masyarakat dan  berikut melalui pemberian keterampilan.                                                  
b. Memilih dan mengajarkan sosial maksudnya dengan pendidikan di  sampaikan nilai-nilai yang terdapat dalam masyarakat guna menjamin adanya integrasi sosial seperti  mempelajari bahasa untuk komunikasi antar bangsa.
c. Mengajarkan corak kepribadian maksudnya melalui pelajaran tertentu di harapkan akan mempertebal rasa nasionalisme anggota sekolah.
d. Sumber inovasi sosial maksudnya melalui pendidikan di perkenalkan iptek sehingga anggota masyarakat mampu menjawab tantangan hidup di zamannya dan melalui inovasi siswa mampu merevisi kekurangan dan mengatasi masalah di lingkungannya.



5. Lembaga Agama
Lembaga agama adalah lembaga yang mengkhsuskan diri mengatur hubungan yang harmonis antara manusia dan tuhannya, sesamanya dan lingkungannya.
1.      Unsur-unsur agama menurut light kellerdan callhoun:
a.       Kepercayaan yaitu suatu prinsip yang di anggap benar tanpa keraguan.
b.      Praktek agama meliputi hubungan pertikal (manusia dengan tuhan) dan hubungan horizontal (manusia dengan sesamanya).
c.       Simbbol keagamaan yaitu identitas agama yang di anut ummatnya.
d.      Umat yaitu kelompok penganut masing-masing agama.
e.       Pengalaman agama.
2.      Fungsi agama:
a.       Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok.
b.      Mengatur tata cara manusia dengan tuhan.
c.       Mengatur tuntunan tentang prinsip benar dan salah.
d.      Pedoman untuk mengunggkap kebersamaan.
e.       Pedoman perasaan keyakinan.
f.       Pengungkapan rasa keindahan.
g.      Pedoman jiwa dalan ketenangan dan kesegaran jiwa.
h.      Member identitas pada jiwa.



BAB III
PENUTUP
          Kesimpulan
Lembaga sosial dalam bahasa Inggris disebut cocial institution dan dalam bahasa jerman adalah soziale gebilde, yaitu seperangkat aturan yang berisikan nilai-nilai dan norma-norma sosial untuk mengatur kegiatan kegiatan manusia dan kebutuhan sosial tertentu.Terbentuknya lembaga sosial berawal dari proses tumbuhnya norma sosial dimana norma tunbuh dari sejumlah nilai yang menjadi cita-cita masyarakat, dan nilai-nilai terinternalisasi dalam perilaku masyarakat dan membentuk norma. Proses ini tidak sekali terjadi melainkan dalam proses dan waktu yang panjang. Kemudian norma-norma tersebut membentuk sistem yang kemudian yang kita sebut dengan lembaga sosial.









DAFTAR PUSTAKA

Soemardjan Selo dan Soelaiman Sukardi, Setangkai Bunga Sosiologi.
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antroplogi Sosiologi untuk SMP dan MTS.
Soekanto Soejono, Pengantar Sosilogi.
MGMP Kabupaten Agam, Modul Sosiologi Untuk Kelas XII IPS.
Ahmadi Abu, Ilmu Sosial Dasar, Bineka Cipta.
Soekanto Soejono, Sosiologi Suatu Pengantar, UI Pres, Jakarta, 1969.  











MAKALAH
LEMBAGA-LEMBAGA SOSIAL KEMASYARAKATAN

Oleh :
Hariyanto Ardi
NIM : 2312.072
Alfin Saputra
NIM : 2312.095
Jurusan/ Prodi : Tarbiyah / PBI (1C)
DOSEN PEMBIMBING
Muhiddinur Kamal, M.Pd.

SEKOLAH TINGGI  AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SJECH DJAMIL DJAMBEK
BUKITTINGGI
2012/2013


[1] Soejono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, UI Pres, Jakarta, 1969, halaman 65
[2] Abu Ahmadi, Ilmu Sosial Dasar,Bineka Cipta,halaman 90
[3] Abu Ahmadi, Ilmu Sosisl Dasar, Bineka Cipta, halaman 308