Senin, 24 Juni 2013

Makalah Agama dan Masyarakat



MAKALAH
AGAMA DAN MASYARAKAT









OLEH :
MIA KURNIA (2312.089)
YOSSI YUSRA (2312.081)
HANA MELIA SUSANTI (2312.069)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS (PBI)
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI
1433 H/2012 M
KATA PENGANTAR
            Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat , taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini tepat waktu . Salawat dan salam kami sampaikan buat Nabi Muhammad Saw sebagai suri tauladan manusia.
             Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas pada mata kuliah pembelajaran ISBD (Ilmu Sosial Budaya Dasar ) di dalam makalah ini kami akan mengupas mengenai “ agama dan masyarakat” .
              Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan , untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi terwujudnya kesempurnaan makalah ini .
              Akhir kata kepada Allah penulis mohon ampun , semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan , petunjuk , maupun pedoman bagi pembaca maupun penulis sendiri .






                                                                                                   Bukittinggi,30  oktober 2012
                                                                                                      

                                                                                                                      Penulis                            
       


i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………….……i
DAFTAR ISI ………………………………………………………………...ii
BAB I    : PENDAHULUAN
A.     Latar belakang ……………………………………………………..1
B.      Rumusan masalah ……...……………   …………………………...1
C.     Maksud dan tujuan …………………………………………………1
               BAB II   : PEMBAHASAN
A.     Agama……………………………………………………………...2
B.      Masyarakat…………………………………………………………5
C.      Hubungan agama dengan masyarakat……………………………..12
               BAB III  : PENUTUP
A.    Kesimpulan ………………………………………………………..13
B.     Saran ………………………………………………………………13          
               DAFTAR PUSTAKA












ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
           Secara umum , ilmu sosial budaya dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian manusia dalam masyarakat dan agama , sehingga mampu menghadapi masalah dalam bermasyarakat.
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang dibekali akal dan nafsu perlu membekali diri dengan agama supaya menjadi manusia yang lebih baik bagi sesama manusia berkelompok atau bermasyarakat .
Manusia sebagai makhluk sosial  atau bermasyarakat butuh individu atau manusia lain karna manusia tidak akan mampu hidup sendiri ia butuh orang lain .manusia perlu bermasyarakat dan saling berhubungan atau berinteraksi satu sama lain dalam kelompok sosial maupun masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup nya dan untuk berkembang.
         Oleh karena itu kami mengangkat judul makalah agama dan masyarakat, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca terutama bagi pemakalah sendiri , serta kami minta maaf apabila makalah ini belum sempurna.
B.Rumusan Masalah
   a. Apa pengertian agama ?
   b. Apa pengertian masyarakat ?
   c. Apa hubungan agama dan masyarakat ?
C. Maksud danTujuan
       Maksud dan tujuan dari perumusan masalah di atas  tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah ISBD (Ilmu Sosial Budaya Dasar ) dan juga memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan baru untuk kami khusus nya dan para pembaca .



1
BAB II
PEMBAHASAN
A.            AGAMA
1.    Pengertian Agama
       Agama menurut kamus besar bahasa indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
       Kata “agama” berasal dari bahasa sanksekerta yang berarti tradisi , sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti mengikat kembali . Maksudnya dengan bereligi seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan .
       Dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 1 dan 2 negara kita sangat menjunjung tinggi tentang masalah agama yang berbunyi : ayat (1) negara berdasar atas ketuhanan Yang Maha Esa , ayat (2) negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu [1].
2.     Pengertian agama menurut para ahli
a.     M. Hasbi Alshiddiqy : “tuntunan hidup yang melengkapi segala segi dan suatu peruangan untuk memperoleh kekayaan dunia dan kesentosaan akhirat .
b.    Emile durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hyal yang suci .

      Manusia memiliki kemampuan terbatas , kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannya menjadiakn keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa diluar dirinya . sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga.
Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusia sendiri .  misal Tuhan , God , atau menyebut sifat-Nya saja seperti yang maha kuasa , ingkang murbeng dumadi . de weldadige , dan lain-lain .
     Keyakinan itu membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
               1  Menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan .
2. Menaati segenap ketetapan , aturan , hukum dll yang di yakini berasal dari Tuhan .

2
         Dengan demikian diperolth keterangan yang jelas , bahwa agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya .
3.      Cara beragama
Berdasarkan cara beragamanya :
a)      Tradisional , yaitu cara beragama berdasarkan tradisi . Cara ini mengikuti cara beragama nya nenek moyang , leluhur atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pada umumnya kuat dalam beragama  , sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau pembaharuan. Apalagi bertukar agama bahkan tidak ada minat  . Dengan demikian kurang dalam meningkatkan ilmu amal keagamaannya .
b)      Formal , yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungan atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragama orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh , pada umumnya tidak kuat dalam beragama . Mudah mengubah cara beragamanya . Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau  masyarakat yang lain agamanya.
c)      Rasional , yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agama dengan pengetahuan , ilmu ,dan pengamalannya .
d)     Metode pendahulu , yaitu cara beragamaberdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) di bawah wahyu ,untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu ,pengamalan dan penyebaran (dakwah). Merekaselalu mencari ilmu dulu kepada orang yang di anggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang di bawa oleh utusan misalnya Nabi atau Rasul sebelum mereka mengamalkan , mendakwahkan dan bersabar (berpegang teguh) dengan itu semua .
4.      Unsur-unsur agama
Menurut leight ,keller dan cahoun , agama terdiri dari beberapa unsur pokok :   
a)      Kepercayaan agama , yakni suatu prinsip yang di anggap benar tanpa ada keraguan lagi
b)      Simbol agama , yakni identitas agama yang di anut umatnya.
c)      Praktik keagamaan , yakni hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan-NYA , dan hubungan horizontal antar umat manusia atau sosial .
d)     Pengalaman keagamaan
e)      Umat beragama




3
5.         Fungsi
a)      Sumber pedoman hidup bagi individu maupu kelompok
b)      Mengatur tata cara hubungan  manusia dengan Tuhan edan manusia dengan manusia.
c)      Merupakan tuntunan tentang prinsip benar atau salah
d)     Pedoman mengungtkapkan rasa kebersamaan .
e)      Pedoman perasaan keyakinan .
f)       Pedoman keberadaan .
g)      Pengungkkapan estetika (keindahan)
h)      Pedoman rekreasi dan hiburan.
i)        Memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama .
6.       Agama di Indonesia
      Enam agama besar yang paling banyak di anut di indonesia , yaitu agama islam ,krieten ,katolik ,hindu budha dan lain-lain. Sebelumnya pemerintah indonesia pernah melarang pemeluk konghucu melakanakan agamanya secara terbuka. Namun , melalui keppress no. 6/2000 , pressiden abdurrahman wahid mencabut larangan tersebut .  
7.       Makna agama  
        Makna agama yang ajeg dan komprehensif ini di ambil dari pengertian agama (defenisi agama) yang diuraikan didalam hadits , bertanya pada Muhammad Saw tentang iman (aspek akidah) ,islam (aspek syariat/hukum Tuhan) dan ihsan(aspek moral/akhlak) . Dan Nabi Muhammad Saw  . berkata “itu adalah jibril yang mengajarkan manusia tentang dien (agama) mereka . (HR Bukhari dan Muslim )[2]     
 













4

B.MASYARAKAT
1. Pengertian
      Masyarakat adalah suatu sistem sosial yang menghasilkan kebudayaan (Soerjono Soekanto, 1983). Sedangkan agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan , Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”. Pemerintah, bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama , yakni Islam , Protestan , Katolik , Hindu , Buddha dan Konghucu .
      Dengan banyaknya agama maupun aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Lebih dari itu, kepemimpinan politis Indonesia memainkan peranan penting dalam hubungan antar kelompok maupun golongan. Program transmigrasi secara tidak langsung telah menyebabkan sejumlah konflik di wilayah timur Indonesia .
      Berdasar sejarah, kaum pendatang telah menjadi pendorong utama keanekaragaman agama dan kultur di dalam negeri dengan pendatang dari India, Tiongkok, Portugal, Arab, dan Belanda. Bagaimanapun , hal ini sudah berubah sejak beberapa perubahan telah dibuat untuk menyesuaikan kultur di Indonesia.

2. Pengertian Masyarakat Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian dan definisi tentang masyarakat menurut beberapa ahli :

1. Peter l. Berger
Definisi masyarakat adalah suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya. Keseluruhan yang kompleks sendiri berarti bahwa keseluruhan itu terdiri atas bagian-bagian yang membentuk suatu kesatuan .
2. Karl Marx
Masyarakat ialah keseluruhan hubungan - hubungan ekonomis, baik produksi maupun konsumsi, yang berasal dari kekuatan-kekuatan produksi ekonomis, yakni teknik dan karya

3. Gillin & Gillin
Masyarakat adalah kelompok manusia yang mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan .

5
4. Harold j. Laski
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup dan bekerjasama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama
5. Robert Maciver
Masyarakat adalah suatu sistim hubungan-hubungan yang ditertibkan (society means a system of ordered relations)
6. Selo Soemardjan
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan

7. Horton & Hunt
Masyarakat adalah suatu organisasi manusai yang saling berhubungan
8. Mansur Fakih
Masyarakat adalah sesuah sistem yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berkaitan dan masing-masing bagian secara terus menerus mencari keseimbangan  (equilibrium) dan harmoni                                                                   
9. Emile Durkheim
masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
10. Paul b. Horton & c. Hunt
masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama , tinggal di    suatu    wilayah     tertentu , mempunyai kebudayaan sama serta    melakukan sebagian     besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut .
3.  Unsur Unsur Masyarakat
Golongan Sosial
a.    Timbulnya Golongan Sosial
            Sejak manusia hidup bersama dalam masyarakat dan selama dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai , baik benda ekonomis (kekayaan), kekuasaan, keturunan, ilmu pengetahuan dsb , maka sesuatu yang dihargai tersebut akan menjadi bibit timbulnya sistem penggolongan sosial atau pelapisan sosial dalam masyarakat. Masyarakat telah mengenal sistem pembagian atau penggolongan masyarakat sejak dahulu.  Aristoteles telah menyatakan bahwa dalam setiap negara selalu terdapat tiga unsur yaitu orang kaya sekali, orang melarat , dan orang yang berada di tengahnya.
            Golongan sosial dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya sebagai hasil proses pertumbuhan masyarakat . Faktor penyebabnya antara lain:
6
kemampuan/kepandaian , umur , jenis kelamin , sifat keaslian , keanggotaan masyarakat dll.
b.    Pengertian Golongan Sosial

           Secara teoritis manusia sama derajatnya, tetapi dalam kenyataan hidup di masyarakat ada penghargaan yang berbeda terhadap sekelompok manusia berdasarkan kelebihan yang dimiliki seperti: kekayaan, kekuasaan , pendidikan dan keturunan. Adanya penilaian yang berbeda ini menimbulkan terjadinya pengelompokan masyarakat yang selanjutnya dikenal dengan nama golongan sosial (istilah sosiologinya: stratifikasi sosial / pelapisan sosial ) .
Koentjaraningrat mengartikan golongan sosial adalah kesatuan manusia yang ditandai oleh ciri-ciri tertentu dan memiliki identitas sosial serta idealisme . Ikatan identitas sosial muncul karena adanya kesadaran identitas sebagai reaksi atas pandangan pihak luar terhadap golongan sosial tersebut atau dapat pula terjadi karena golongan sosial tersebut terikat oleh suatu sistem nilai , norma dan adat istiadat tertentu.
            Pitirim A. Sorokin menggunakan istilah pelapisan sosial yaitu pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat/hierarkhis. Perwujudannya dikenal dengan adanya kelas sosial tinggi (upper class) contohnya: pejabat , penguasa , dan pengusaha; kelas sosial menengah (middle class) contohnya: dosen , pegawai negeri , pengusaha kecil dan menengah ; kelas sosial rendah (lower class) contohnya: buruh , petani , dan pedagang kecil.
c.    Dasar-dasar pembentukan Golongan Sosial
            Menurut Soerjono Soekanto , kriteria yang dipergunakan sebagai ukuran dalam menggolongkan masyarakat ke dalam golongan sosial/pelapisan sosial adalah:
Ukuran Kekayaan
Unsur kekuasaan atau wewenang
Ukuran Ilmu Pengetahuan
Unsur kehormatan (keturunan)
d.    Karakteristik Golongan Sosial
           
7
Beberapa karakteristik golongan sosial/pelapisan sosial yang  terjadi di dalam suatu masyarakat adalah :
Adanya perbedaan status dan peranan                      
Adanya pola interaksi yang berbeda
Adanya distribusi hak dan kewajiban
Adanya penggolongan yang melibatkan kelompok
Adanya prestise dan penghargaan
Adanya penggoongan yang bersifat universal
E.    Pembagian golongan dalam masyarakat
            Berdasarkan karakteristik golongan sosial di atas , maka terdapat beberapa pembagian golongan sosial sebagai berikut :
1).   Sistem Golongan Sosial dalam Masyarakat Pertanian (Agraris) , di dasarkan pada hak dan pola kepemilikan tanah, terbagi menjadi :
Golongan Atas : para pemilik tanah pertanian dan pekarang untuk rumah tinggal (penduduk inti) .
Goongan Menengah : para pemilik tanah pekarangan dan rumah tapi tidak memiliki tanah pertanian (kuli gendul) .
Golongan Bawah : orang yang tidak memiliki rumah atau pekarangan (inding ngisor).
2).   Sistem Golongan Sosial pada Masyarakat Feodal , di dasarkan pada hubungan kekerabatan dengan raja/kepala pemerintahan , terbagi menjadi :
Golongan Atas : kaum kerabat raja atau bangsawan.
Golongan Menegah : rakyat biasa (kawula) .
3).   Sistem Golongan Sosial pada Masa Pemerintahan Kolonial , meliputi
Golongan Eropa , merupakan lapisan atas , terdiri orang Belanda , Eropa , Jepang .
Golongan Timur Asing tediri keturunan China dan Arab.
Golongan Bumi Putera , merupakan lapisan bawah , tediri dari pribumi atau bangsa Indonesia asli .
4).   Sistem Golongan Sosial dalam Masyarakat Industri , meliputi :
Golongan teratas  terdiri para pengusaha besar atau pemilik modal , direktur, komisaris.
8
Golongan bawah seperti buruh kasar , pekerja setengah terampil , pekerja sektor   informal (pembantu) .
             Berdasarkan bidang ekonomi , penggolongan masyarakat dibedakan menjadi :
1).   Penggolongan masyarakat berdasarkan atas kepemilikan harta, yang terdiri tiga golongan , yaitu :
Golongan atas yang terdiri orang-orang kaya .
Golongan menengah terdiri orang-orang yang sudah dapat mencukupi kebutuhan pokoknya .
Golongan bawah yang terdiri orang-orang miskin .
2).   Penggolongan masyarakat berdasarkan profesi / mata pencaharian, yang terdiri enam golongan , yaitu :
a)  Golongan elite , yaitu orang-orang kaya , yang punya kedudukan/pekerjaan terpandang.
b)  Golongan profesional , yaitu mereka yang bergelar sarjana dan yang berhasil dalam dunia profesinya.
c)  Golongan semi professional , yang terdiri pedagang , teknisi , pegawai kantor.
d) Golongan tenaga trampil , seperti tukang cukur , pekerja pabrik , juru tulis.
e)  Tenaga semi terlatih , seperti sopir , pelayan restoran.
f) Tenaga tidak terlatih , seperti pembantu rumah tangga , tukang kebun.
Berdasarkan bidang sosial , penggolongan masyarakat dibedakan berdasarkan status sosial . Contohnya pembagian kasta di Bali , yang terdiri Brahmana, Ksatria,Waisya yang ketiganya disebut golongan Triwangsa dan kasta Sudra (kasta ini disebut Jaba
dan sebagai golongan terbesar di Bali) .
Berdasarkan bidang politik , penggolongan masyarakat berdasarkan kekuasaan atau wewenang seseorang . Semakin tinggi kekuasaan akan menempatkan seseorang pada golongan atas. Contohnya dalam kemiliteran:
1).  Golongan atas terdiri Jenderal, Perwira Tinggi
2).  Golongan menengah terdiri para Bintara, dan Serda hingga Mayor
3).  Golongan bawah terdiri para Prajurit sampai Kopral Kepala

9
f.    Sifat Sistem Penggolongan Sosial
Klasifikasi dari sifat sistem penggolongan sosial , meliputi tersebut di bawah ini.
1).  Sistem lapisan tertutup: sistem yang tidak memungkinkan seseorang pindah ke golongan/lapisan sosial lain . Contohnya kasta di Bali dan India.
2).  Sistem lapisan terbuka: sistem yang memungkinkan seseorang pindah / naik ke golongan sosial atasnya . Contohnya pedangan kecil yang giat berusaha dengan keras dapat menjadi pengusaha atau konglomerat.
3).  Sistem campuran : sistem kombinasi antara terbuka dan tertutup . Misalnya seorang bangsawan Solo yang dihormati masyarakat Solo , ketika pindah Jakarta harus menyesuaikan dengan aturan kelompok masyarakat yang baru dan dia akan diperlakukan sesuai kedudukannya di tempat yang baru .
2.    Kategori Sosial
a.    Pengertian Kategori Sosial.
            Menurut Koentjaraningrat ,  kategori sosial adalah kesatuan manusia yang terwujud karena adanya suatu ciri-ciri obyektif yang dikenakan pada manusia-manusia
tersebut. Dalam kategori sosial tidak terikat oleh unsur adat istiadat, sistem norma, sistem nilai tertentu , tidak memiliki  identitas , tidak memiliki lokasi , tidak mempunyai organisasi, dan tidak memiliki pemimpin .
3.   Kelompok Sosial
a.    Pengertian Kelompok Sosial
            Kelompok sosial (social group) adalah himpunan/kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, terdapat hubungan timbal balik , saling memengaruhi sehingga timbul suatu kesadaran untuk saling menolong di antara mereka.
            Kesatuan manusia yang hidup bersama disebut kelompok sosial harus memenuhi kriteria :
a.         Adanya kesadaran setiap kelompok bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok tersebut .
1).   Terdapat hubungan timbal balik (interaksi) antar anggota kelompok  
2).   Memiliki struktur, kaidah, dan pola perilaku tertentu .
3).   Memiliki suatu sistem dan proses tertentu .
10
4)    Adanya faktor pengikat yang dimiliki anggota-anggota kelompok , seperti persamaan nasib , kepentingan tujuan, ideologi politik dll .
b.    Jenis-Jenis Kelompok Sosial
       Jenis-jenis kelompok sosial dalam masyarakat dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1).   Berdasarkan Identifikasi Diri, dikenal adanya in group dan out group.
      In group adalah kelompok sosial yang dijadikan tempat oleh individu untuk mengidentifikasi dirinya. In group sering dikaitkan dengan istilah “kami atau kita” dan pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan perasaan dekat dengan anggota kelompoknya. “ Sedangkan Out group adalah kelompok sosial yang oleh individu  diartikan sebagai lawan in group-nya .
Out group sering dihubungkan dengan istilah”mereka” . Sikap out group ditandai oleh suatu sikap antipati .
2).   Berdasarkan hubungan kedekatan anggota, teridentifikasi adanya kelompok primer (primary group) . Menurut Charles Horton Cooley  kelompok primer/primary group adalah kelompok sosial yang paling sederhana, anggotanya saling mengenal, serta terdapat kerjasama yang erat dan bersifat pribadi, interaksi sosial berlangsung secara tatap muka (face to face) .Contohnya: keluarga, kelompok bermain .
4.    Perkumpulan (Asosiasi)
a.    Pengertian perkumpulan
            Perkumpulan atau asosiasi adalah kesatuan manusia yang dibentuk secara sadar untuk tujuan-tujuan khusus Terbentuknya perkumpulan dilandasi oleh kesamaan minat  tujuan, kepentingan, pendidikan, keahlian profesi, atau agama. Perkumpulan merupakan suatu organisasi buatan yang bersifat formal, dengan jumlah anggota relatif terbatas , memiliki kepentingan-kepentingan tertentu , hubungan antar anggota tidak bersifat pribadi , memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
b.    Bentuk-bentuk Perkumpulan
Bentuk-bentuk perkumpulan dalam masyarakat dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1).   Berdasarkan sifat hubungan anggotanya , terbentuk kelompok sekunder (secondary group) . Contohnya: negara, bangsa dan suku.
11
2).   Berdasarkan sifat organisasi, terbentuk organisasi formal (formal group) yaitu kesatuan manusia yang tergabung dalam sebuah organisasi yang memiliki peraturan tegas yang sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesama. Contohnya : perkumpulan mahasiswa , perkumpulan organisasi massa, instansi pemerintah, dsb.
 C.  Hubungan Agama dalam Masyarakat
Kaitan agama dengan  masyarakat    dapat    mencerminkan tiga  tipe , meskipun  tidak menggambarkan sebenarnya sec
ara utuh (Elizabeth K. Nottingham, 1954) :
a. Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sakral.
Masyarakat tipe
    ini kecil, terisolasi dan terbelakang . Anggota   masyrakat menganut
agama yang sama. Oleh karenanya keanggotaan mereka dalam  masyarakat dan dalam kelompok keagamaan adalah sama . Agama menyusup ke dalam    kelompok aktivitas yang lain. Sifat-sifatnya :
     1. Agama memasukkan pengaruhnya yang sacral ke dalam system nilai masyarakat      secara mutlak.
     2. Dalam   keadaan lain   selain keluarga relatif belum berkembang , agama jelas menjadi fokus utama    bagi    pengintegrasian dan persatuan dari masyarakat secara keseluruhan.
b. Masyarakat praindustri yang sedang berkembang.
Keadaan        masyarakatnya tidak terisolasi , ada perkembangan teknologi yang lebih tinggi dari  pada tipe pertama. Agama memberikan arti dan ikatan kepada system nilai dalam tiap mayarakat ini , tetapi pada saat yang sama lingkungan yang sacral dan yang sekular itu sedikit-banyaknya masih dapat dibedakan.




12
BAB 111
                                                     PENUTUP
A.Kesimpulan
         Kaitan agama dengan masyarakat banyak  dibuktikan oleh     pengetahuan agama yang   meliputi penulisan sejarah dan figur Nabi  dalam mengubah     kehidupan sosial, argumentasi rasional tentang arti dan hakikat kehidupan
, tentang Tuhan dan kesadaran akan  maut   menimbulkan relegi  dan   sila Ketuhanan Yang Maha Esa    sampai pada pengalaman agama nya para tasauf.
Bukti di atas  sampai pada  pendapat
 bahwa agama merupakan tempat mencari makna hidup yang  final dan ultimate.  Kemudian , pada urutannya agama    yang diyakininya merupakan sumber   motivasi  tindakan    individu dalam     hubungan  sosialnya , dan kembali     kepada konsep  hubungan agama dengan masyarakat , di mana pengalaman keagamaan   akan terefleksikan pada tindakan sosial , dan individu dengan masyarakat seharusnyalah tidak bersifat antagonis.
B . Saran
        Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat memberikan gambaran dan wawasan tentang agama dan masyarakat lebih jauh penyusun berharap dengan memahami agama dan masyarakat kita dapat memahami perkembangannya dengan benar .

    









13
              DAFTAR PUSTAKA
Damanik Fritz,  Hotman.2007 . Sosiologi . klaten : intan pariwara
REFERENSI LAIN
http: //masyarakat.dalam.kehidupan
http://hubungan agamadan masyarakat



[1] UUD 1945 yang sudah di amandemen . hal 24
[2] Yahya bin syarifuddin . arbain nawawi . hal 7